Sistema Digestoria Part 3 (Gigi/Dentes)

Gigi / Dentes
Gigi mengambil peranan dalam proses pencernaan secara mekanik, misalnya memotong, merobek, menggiling dan sebagainya. Bentuk gigi erat hubungannya dengan macam makanan yang dimakan, perhatikan gigi anjing, kucing dengan gigi pemakan rumput misalnya kuda, sapi.

Secara mikroskopis pada gigi terdapat :

Lapis Email (Substantia adamantina)

Lapisan ini berwarna kebiruan padat dan paling keras dari bagian gigi lainnya. Lapis email ini terdiri dari bahan organik sebanyak 96 %, permukaan luar ditutupi oleh kutikula yang bersifat tahan pengaruh luar tetapi sedikit rapuh.

Pada gigi tipe brakhidon misalnya karnivora babi dan manusia, lapis email terbatas pada daerah mahkota saja. Pada gigi tipe hipsodon seperti gigi kuda, lapis email terdapat mulai dari mahkota sampai akar gigi bahkan mengelilingi infundibulum gigi. Pada gigi graham lapis email membentuk lipatan-lipatan. Ruminansia memiliki tipe gigi campuran, gigo pemotong tergolong brakhidon, tetapi gigi graham bertipe hispodon.

Lapis dentin (substansia eburnea)

Bagian utama gigi, berwarna kekuningan dan langsung membungkus pulpa gigi. Bahan mirip dengan tulang bahkan lebih keras.

Bagian yang berbatasan dengan pulpa gigi terdapat susunan sel-sel dengan penjuluran panjang menyusup kedalam bagian dentin yang berkapur disebut edentoblas. Bagian yang berkapur ini mirip dengan matriks tulang, yang mengandung serabut kolagen tersusun paralel terhadap permukaan gigi pada mahkota gigi. Jadi dentin mirip dengan tulang rawan yang terdapat kanalikuli berupa buluh dentin (dentinal tubuluh). Dentin sangat peka terhadap pengaruh makanan panas, dingin, asam dan sebagainya karena mengandung serabut saraf.

Lapis sementum (substansia ossea)

Berupa modifikasi tulang yang memiliki lamel-lamel berjalan hampir sejajar terhadap permukaan gigi dan didalamnya terdapat lakuna dna kanalikuli, tempat bagian sel dan penjulurannya. Serabut kolagen berjalan tegak lurus terhadap permukaan gigi dan disebut serabut sharpey. Lapis ementum membungkus akar gigi dan lapis email didaerah leher gigi.

Pulpa gigi

Berupa rongga pada bagian dalam gigi yang diisi oleh jaringan ikat halus tanpa adanya serabut elastis, tetapi banyak saraf dan pembuluh darah rambut. Serabut kolagen disini ada dalam bentuk fibril terdapat diantara sel-sel yang saling berhubungan.

Pada bagian tepi terdapat leretan sel, ondontoblas, ditandai dengan inti yang lonjong terletak di basal sitoplasmanya berbutir.

Periosteum Alveolares

Terdiri dari jaringan ikat yang mengisi rongga antara dinding alveolus dari rahang dan akar gigi. Jaringan ini kuat tampak adanya serabut elastis. Serabut kolagen menyebrang dari dinding alveolus ke lapis sementum, sebagai alat pertautan yang cukup kokoh.

Susunan Gigi Manusia

Gigi orang dewasa terdiri dari 32 gigi, 16 gigi pada setiap rahang. Terdapat dua rahang yang dibagi ke dalam empat kuadran yang sama dan setiap kuadran terdiri dari delapan gigi, yaitu dua gigi seri (incisor), satu gigi taring (cuspid), dua gigi geraham depan (premolar) , dan tiga gigi geraham belakang (molar). Sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 2.6, sistem penomoran menomorkan gigi permanen mulai dari 1 hingga 32. Dimulai dari gigi molar ketiga pada maxilary kanan (#1) melintasi maxilary hingga gigi molar ketiga pada maxilary kiri. Kemudian, dilanjutkan dengan gigi molar ketiga pada mandibular kiri dan mengelilingi mandibular hingga gigi molar ketiga pada mandibular kanan.Gigi dan sistem tubuh

Tanpa adanya gigi, manusia akan sulit memakan makanan yang dimakannya. Menurut tugasnya, gigi termasuk dari sistem pencernaan. Gigi tumbuh di dalam lesung pada rahang dan memiliki jaringan seperti pada tulang, tetapi gigi bukanlah bagian dari kerangka. Menurut perkembangannya, gigi lebih banyak persamaannya dengan kulit daripada dengan tulang.

Jenis gigi

Manusia memiliki empat jenis gigi untuk berbagi tugas mengunyah makanan, yaitu :
  • Gigi seri :berbentuk pipih dan tajam untuk mengiris makanan.
  • Gigi taring :ujungnya yang runcing untuk mencabik dan menyobek makanan.
  • Gigi pramolar (geraham depan):bentuknya berlekuk-lekuk untuk mengiris dan melembutkan makanan.
  • Gigi molar (geraham belakang):bentuknya berlekuk-lekuk untuk melembutkan makanan.
    • menonjol dari rahang
    • Akar : tertanam dalam rahang
    • Leher : antara mahkota dan akar
    • Email : melapisi mahkota, merupakan zat terkeras di dalam tubuh
    • Dentin: lekukan utama pada ujung gigi, menyerupai tulang
    • Sementum :lapisan yang keras di sekeliling akar
    • Pulp : jaringan lembut berisi saraf dan pembuluh darah
Gigi sementara

Jenis ini juga disebut Gigi Susu. Susunannya yang lengkap terdiri dari 20 buah gigi:
    • Delapan gigi seri
    • Empat gigi taring
    • Delapan geraham belakang
Gigi-gigi ini mulai muncul pada usia 6 sampai 30 bulan. Biasanya pada usia 7 sampai 12 tahun gigi-gigi tersebut tanggal (copot) dan digantikan dengan susunan yang tetap.

Gigi tetap

Susunan gigi tetap pada orang dewasa berjumlah 32 buah:
    • Delapan gigi seri
    • Empat gigi taring
    • Delapan geraham depan
    • Dua belas geraham belakang
Gigi yang pertama muncul adalah gigi molar pertama pada usia 6-7 tahun. Yang terakhir tumbuh ialah gigi molar ketiga, pada usia 17-25 tahun.

Jika kita tidak merawat dan jarang menggosok gigi, gigi kita akan menjadi rusak karena sisa-sisa makanan yang menempel dalam gigi bisa membuat gigi berkarang bahkan bolong. Menurut penelitian, anak pada usia 12, paling tidak mengalami kerusakan satu buah gigi akibat jarang menggosok gigi dan terlalu banyak memakan permen, sehingga harus ditambal atau dicabut. Nah, karena itu rajin-rajinlah menggosok gigi dan jangan terlalu banyak memakan permen dan coklat.

Sumber : 







Cari

Copyright Text